+62 81 xxx xxx xxx

admin@demo.panda.id

Permohonan Online

Anda dapat mengajukan secara permohonan online

Produk Warga

Jelajahi produk lokal buatan dari para warga kami untuk Anda

Lapor/Aduan/Saran

Anda dapat melaporkan aduan dan memberi saran maupun kritik

Solusi Pengelolaan Sampah ala KKN Unsil: Incinerator Ramah Lingkungan untuk Desa Pasir Sereh

 

Tasikmalaya, 14 Januari 2026 – Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menginisiasi pembangunan incinerator sampah di Desa Pasir Sereh. Langkah ini bukan hanya menjawab persoalan pengelolaan sampah lokal, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sebelum pelaksanaan fisik, tim KKN Unsil terlebih dahulu menyampaikan presentasi kepada Pemerintah Desa Pasir Sereh dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada awal pekan lalu. Dalam forum tersebut, mahasiswa menjelaskan secara transparan mengenai spesifikasi teknis incinerator, lokasi strategis pembangunan, serta manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem setempat. Presentasi tersebut mendapat respons positif dan dukungan penuh dari aparat desa, menandakan keterbukaan informasi dan partisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Langkah ini bukan sekadar pemenuhan program kerja mahasiswa, melainkan sebuah manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Secara empiris, keberadaan incinerator di lokasi wisata strategis seperti Pasir Sereh merupakan kebutuhan mendesak untuk memutus rantai penumpukan sampah di sumbernya.

Pembangunan incinerator dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, di kawasan Agro Wisata Pasir Sereh lokasi yang dipilih karena tingginya aktivitas wisatawan dan potensi timbulan sampah organik maupun non-organik. Incinerator yang dibangun memiliki dimensi panjang 60 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 180 cm, dirancang dengan prinsip efisiensi, ramah lingkungan, serta mudah dalam perawatan oleh warga setempat.

Inovasi berbasis komunitas yang tidak hanya mengedepankan solusi teknis, tetapi juga edukasi lingkungan. Dengan kapasitas terbatas namun tepat sasaran, incinerator ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang sembarangan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah domestik secara bertanggung jawab.

Ke depan, kolaborasi serupa perlu terus dikembangkan tidak hanya oleh mahasiswa KKN, tetapi juga oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk dinas lingkungan hidup, kementerian desa, dan lembaga riset untuk menciptakan model pengelolaan sampah yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat desa

 

 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca artikel lainnya