Puspahiang, 25 April 2025 – Desa Puspahiang memperingati Hari Jadinya yang ke-191 dengan meriah sekaligus khidmat melalui acara Halal Bil Halal dan santunan anak yatim/piatu, Jumat (25/4/2025) di Sarana Olahraga Desa. Kegiatan bertema “Ngamumulé Budaya, Ngarawat Desa ti Karuhun, Diajar Ngaronjatkeun Puspahiang nu Sajati” (Melestarikan Budaya, Merawat Desa Warisan Leluhur, Belajar Memajukan Puspahiang yang Hakiki) ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, agama, serta perangkat desa.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Puspahiang, yang menekankan pentingnya memadukan nilai-nilai tradisi dengan pembangunan modern. “191 tahun bukan hanya angka, tapi pengingat bahwa kita berdiri di atas warisan leluhur yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya di hadapan ratusan warga.
Kegiatan acara berupa:
1.Santunan untuk 10 Anak Yatim/Piatu
Program ini merupakan bagian dari anggaran desa yang dialokasikan untuk perlindungan sosial. “Ini bentuk tanggung jawab kami agar anak-anak yatim tetap bisa sekolah dan bermimpi,” jelas Ketua Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Data menunjukkan, sejak 2020, Puspahiang telah menyalurkan santunan kepada 10 anak melalui PAD dan sumbangan warga.
2.Tausiyah oleh Ust. Yusup Permana
Pimpinan Ponpes Daarussa’adah ini menyampaikan pesan tentang harmoni antara agama, adat, dan kemajuan desa. “Kearifan lokal dan nilai Islam bisa bersinergi menciptakan desa yang maju tanpa kehilangan identitas,” tegasnya.
“Desa seperti Puspahiang adalah contoh bagaimana komunitas lokal bisa bertahan dengan menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar nostalgia.”
Perayaan HUT ke-191 ini harus menjadi momentum refleksi. “Kita perlu lebih dari sekadar seremonial. Mari wujudkan Puspahiang yang mandiri dengan gotong royong,” ajak Kepala Desa dalam penutupan.
0 Komentar